Jumat ini akhirnya dapat mengikuti solat Jumat berjamaah kembali setelah berbulan-bulan "ndekem" didalam rumah. Pelaksanaan solat Jumat dengan mengikuti prosedur "New Normal" yang menerapkan physical distancing sehingga shaf tidak rapat seperti yang selalu diingatkan imam sebelum memulai solat sebelum wabah melanda.
Selepas solat Jumat, karena matahari cukup terik siang ini dan tidak ada urusan lain tentu saja saya langsung pulang. Akibat sudah siang tentunya perlu bersiap buat makan siang dong. Namun pada siang itu belum ada tersedia lauk untuk dimakan. Segera menuju dapur dan yang didapati ada telur dan ikan asin yang digantung.
Banyak hidangan yang bisa dibuat dengan menggunakan telur. Bisa kita buat telur ceplok, telur mata sapi (apa bedanya sama telur ceplok?), telur dadar, dadar telur, telur asin, atau dicampun jadi nasi goreng, dan omelet. Maka dengan pertimbangan tersebut, siang itu saya memilih untuk menggoreng ikan asin.
| Gambar dari Google |
Menggoreng ikan asin itu ada seninya. Yang pada saat itu tidak saya pahami sehingga saya membuat tulisan ini. Dalam menggoreng ikan asing kita perlu memahami jenis-jenis ikan asin. Ada ikan asin gabus yang berasal dari ikan gabus yang mungkin paling populer. Ada juga ikan asin yang bentuknya panjang-panjang, tapi saya kurang tau itu dari ikan apa. Ada ikan asin yang tipis-tipis, ada juga ikan asin jambal yang tebal-tebal dan asin banget. Tapi jangan lupa ada juga yang dari cumi kering dan udang rebon.
Dengan mengetahui jenis ikan asin tersebut maka kita dapat memperkirakan kadar kematangan. Namun hal tersebut tidak terlalu berpengaruh apabila kita bisa melihat dalam penggorengan ikan asin sudah mulai kecoklatan. Maka ketika sudah mulai kecoklatan usahakan untuk membaliknya. Setelah sudah mulai tergoreng merata maka angkat dan tiriskan.
Sebenarnya kematangannya tergantung selera juga sih. Sehingga tips sebelumnya boleh diabaikan saja. Maka disitulah seni dalam menggoreng ikan asin. Terkait keadilan di Indonesia mungkin lain kali saja lah ya, kalo saya tidak malas buat membahasnya. Oke begitu saja. kalo ada salah mohon tuliskan di kolom komentar, karena saya hanyalah seorang lelaki yang terkadang tak lepas dari godaan (apa hubungannya..)


0 Komentar