Sarapan Pagi - Pernahkah kamu merasa bahwa hidup seperti tak adil? merasa bahwa kenapa diri selalu mendapatkan kegagalan demi kegagalan dalam kehidupan? merasa jika diri selalu saja tertinggal dari orang lain? atau tidak pernah seberuntung kehidupan yang oranglain dapatkan?
Saya tidak sedang menawarkan barang atau obat peninggi badan dalam tulisan ini. Pertanyaan diatas hanya usaha untuk mencoba melihat kembali diri kita memandang keadilan yang kita rasakan. Terkadang dalam keadaan tertentu ada perasaan bahwa kehidupan tidak adil. Hal tersebut muncul karena kita membandingkan hidup kita dengan kehidupan yang dijalani oleh oranglain.
"Biar gak perlu merasa seperti itu, ya kita tidak perlu fokus pada kehidupan oranglain, cukup fokus ke diri kita sendiri" emmm... sayangnya tidak semudah itu. Kita sebagai manusia tentunya bakal berhadapan dengan berbagai hal dalam kehidupan kita yang bakal bikin diri kita muncul untuk membandingkan dengan oranglain. Mungkin sebagian orang bisa fokus ke dirinya sendiri dan cuek dengan hal tersebut. Tapi tidak sedikit juga yang hal tersebut mengganggu benaknya hampir setiap saat.
Coba saja kita lihat dalam kehidupan kita sehari-hari. Ada orang yang masa kehidupannya atau usianya berbeda-beda. Ada orang yang bisa berusia sampai tujuh puluh tahun, tapi ada yang meninggal di usia yang sangat muda. Bukankah terkesan tidak adil karena tidak semua memiliki kesempatan yang sama?
Ada orang yang lahir dikeluarga orang kaya sehingga dia tidak perlu merasa kesusahan terkait harta. Dilain hal, ada orang yang terlahir dikeluarga orang yang tidak mampu dan memiliki kesulitan dalam urusan harta. Ada yang diusia 19 tahun sudah harus mandiri bekerja untuk menghidupi keluarganya, namun ada yang diusia 30 tahun dia masih bergantung pada orangtuanya. Bukankah hal tersebut terkesan tidak adil?
Mungkin hal tersebut disebabkan karena kita memandang kehidupan hanya dari sebagian hal saja atau kita hanya memandang kehidupan dari sisi masalah saja. Mari kita sedikit demi sedikit mencoba melihat suatu kejadian dari berbagai sudut pandang. Coba kita berpikir bahwa disetiap keadaan buruk pasti ada sesuatu yang baik yang ada didalamnya.
Pernah gak sih mendengar kisah seseorang yang terlambat untuk naik sebuah kendaraan. Awalnya dia merasa kecewa dan menyesal mengapa dirinya harus terlambat naik. Betapa sialnya dia pada hari itu harus terlambat dan melewatkan kendaraan yang harus dia naiki. Beberapa waktu kemudian dikabarkan bahwa kendaraan yang akan dia naiki tadi ternyata mengalami kecelakaan. Seketika dia merasa menjadi orang yang beruntung dan selamat dari kecelakaan tersebut.
Bukankah aneh bin ajaib, seseorang yang awalnya merasa dirinya paling sial beberapa saat kemudian merasa yang paling beruntung? Betapa manusia tidak bisa menduga apa yang dia akan alami.
Anggapan bahwa oranglain lebih beruntung dari diri kita bisa jadi memang benar begitu adanya, tetapi tidak sepenuhnya benar. Kita tidak pernah tau apa yang orang lain rasakan atau pikirkan setiap harinya. Bisa jadi orang yang mendapatkan harta lebih malah ditimpa kegelisahan setiap saat karena harta yang dia miliki. Sedangkan orang yang terlihat tidak punya banyak harta malah bisa tenang menjalani kehidupannya. Hal tersebut juga dapat berlaku sebaliknya.
Mari kita melihat segala sesuatu dengan berbagai sudut pandang. Kembali pada kasus orang yang ketinggalan naik kendaraan tadi. Dia merasa paling beruntung dibandingkan orang-orang yang tidak tertinggal. Mungkin saja malah orang yang kecelakaan dan selamat, walau dirinya terluka ternyata dia kedepannya terhindar dari masalah bahaya lebih besar diperjalanan selanjutnya. Orang yang meninggal malah mungkin bisa jadi orang yang lebih beruntung daripada orang yang ketinggalan kendaraan tadi atau orang yang selamat dari kecelakaan karena selamat dari kehidupan dunia yang melenakan ini.
Sungguh manusia sebagai makhluk yang terbatas ruang dan waktu ini kadang merasa diri paling paham dan pantas menilai keadilan. Padahal kita tak pernah tau apa yang akan terjadi pada diri kita sendiri di masa depan, apalagi yang terjadi pada oranglain.
Mari coba kita melihat sesuatu peristiwa, keberuntungan, keadilan, kebahagiaan dengan jiwa yang besar dan dengan pandangan yang luas. Ingat bahwa manusia punya kemampuan beserta keterbatasannya. Maka hadapi hidup ini dengan sebaiknya. Tentunya hal terbaik bagi setiap orang jika mendapatkan sesuai dengan dirinya dengan porsi yang secukupnya.


0 Komentar