Malam ini entah kenapa tergerak hati untuk menulis segala kegalauan hati ini… sekarang tepat pukul 10.18 WITA. Hai apa kabar pemirsa… bagaimana awal tahun 2020 kalian?
Akhir tahun kemaren dan sampai hari ini bener-bener merasa seperti melewati hari-hari sulit. Libur bekerja bukan menjadi kebebasan. Justru menjadi hari-hari yang menyesakkan. entah karena beban pekerjaan atau hanya memang bosan karena taka aktivitas.
Kegiatan liburan ini pun monoton… nonton yutup, rebahan, baca webtoon, nyecrol ig.. hahaha sungguh kegiatan unfaedah…. Dalam sela-sela kegiatan itu banyak rentetan pikiran tiba-tiba datang.. n
sih aku tu kerja?.....
ngapain sih aku bersusah payah menjalani pekerjaan yang sekarang terlihat hasilnya hanya untuk oranglain….
Ngapain aku melakukan sesuatu yang hati ini tidak merasa bahagia dalam menjalaninya.
Ingat celotehan temen “yaudah kalo udah merasa gak punya motivasi kerja jadikan aja gaji sebagai motivasinya”. Kalau dipikir-pikir sebenarnya gaji yang aku terima patut disyukuri. Tapi Menurutku kenyamanan itu yang paling utama, buat apa gaji besar tapi kita menjalaninya dengan terpaksa?, dengan keadaan selalu diremehkan dan direndahkan secara gak langsung oleh karyawan yang juga sekaligus atasan serta orangtua (karena aku karyawan yang paling muda).
Banyak desahan nafas panjang yang selalu keluar ketika pikiran-pikiran itu datang… ibadah yang sekarang dilakukan terasa sangat hambar. Musim hujan pun terasa kemarau.
Perjuangan ini membuat aku flashback ke masa-masa kuliah.. mengingat jerih payah saat mengerjakan skripsi ternyata itu masih belum apa-apa dibanding ujian kehidupan yang sekarang ini dijalani. Dulu saat struggle dengan skripsi selalu ingat akan tujuan, yaitu : selesaikan, maka semua ini akan berakhir. Itu yang selalu aku tanamkan dalam diri ketika itu.
Semakin kamu menunda maka akan semakin lama kamu dapat mengakhiri ini aku berbicara terhadap diri sendiri semacam itu, dan Alhamdulillah pemikiran yang semacam itu mengantarkan ku ke altar wisuda dengan masa perkuliahan kurang lebih 4 tahun 7 bulan.
Ketika memasuki dunia kerja.. senang dong dapat pekerjaan walaupun pekerjaan yang digeluti adalah pekerjaan yang selama ini tak pernah terfikirkan olehku… 2-3 bulan pertama menjalani masih sangat enjoy.. semakin lama semakin berat.. kalau udah ketemu weekend itu rasanya luar biasa… tapi saat udah masuk hari senin rasanya semacam dikasih sambutan oleh drama-drama yang akan menghadang… hahaha :D
Waktu skripsi ngerjain revisi selesai = selesai sudah tugas mu. Usahamu sudah berakhir. tapi saat di dunia kerja. Kerjaan selesai = kerjaan baru menghadang.. :D
Ingat pembicaan melalui chat room yang awalnya membahas masalah pencernaan.. tiba-tiba salah satu teman mengirim pesan teks pribadi “Magh mu sering kambuh gegara kerjaankah?” Akupun membenarkan perkiraannya.. yang awalnya gak tau mesti curhat ke siapa, akhirnya malam itu persis tanggal 1 januari 2020 tumpah ruah. Saat sama-sama menceritakan segala ganjalan tisu yang ada kita sepakat bahwa jaman-jaman skripsi ternyata belum ada apa-apanya dibanding ujian saat bekerja… saat skripsi kita bisa menentukan jadwal mengerjakan skripsi sendiri, jika butuh rehat, rehatlah. tapi saat bekerja…. Rasanya saat santai pun yang dipikirkan kerjaan. (So… para pembaca yang masih berjuang skripsi semangat yaa…)
Ketika membahas konflik pekerjaan banyak sekali ada yang disulitkan dengan system dikantor. Ada yang konflik pribadi antar karyawan. Belum lagi konflik sama atasan. Belum lagi konflik dikantornya sendiri.. bayangkan kita harus berkutat dengan semua konflik itu, dan itu semua semacam bom waktu yang bersarang tapi gak bisa meledak… yaa walaupun aku yakin.. Allah selalu memberi ujian sesuai dengan kemampuan hambanya. Aku tau akan ada rencana indah.. hanya saja perlu bersabar, ketika doa dan ibadah dipanjatkan. Tugas kita hanya berserah kepada Allah yang Maha memberi petunjuk.
It’s okay.. show must be go on..
All the best for you yang sedang berjuang untuk tetap bertahan dengan keresahan antara Hati-Gaji-Profesi. (By:StR)



1 Komentar
Sedang merasakan hal yg sama... suka galau sama diri sendiri :(
BalasHapus