Melihatmu datang
penuh tangis
Membuatku
bingung
Aku bingung,
Bingung
bagaimana aku harus menghadapimu
Menghadapimu
dengan banyaknya kelelahanku sendiri
Kau datang
dengan kondisi yang tak bisa kuabaikan
Karena aku tahu
Kelelahanku, tak
sebanding dengan derasnya tangismu
Sekitar tiga jam
lamanya, kau menceritakan banyak hal padaku
Mendengarmu,
berarti melihat semua lukamu
Mendengarmu,
berarti meraba semua lebammu
Mendengarmu,
berarti mencium bau semua nanahmu
Mendengarmu,
berarti berbicara semua kebengisan sebuah prilaku
Lalu aku?
Aku hanya
termenung, seolah merasakannya
Meski nyatanya
tidak sama sekali
Sebut saja
Vicarious Trauma
Ingin rasanya
ikut menangis, tapi ...
Profesionalitas
menghalangi air mataku
Tapi, aku tetap
bersyukur
Bersykur saat
kau berucap
“Meskipun
pengalamanku begitu, bukan berarti aku sudah tidak berharga...”
Untuk I,
Terimakasih kau
sudah berucap demikian
Kau adalah 1
dari 100 orang yang pernah kutemui
Yang mampu
melihat dirimu berharga dengan semua traumamu
Untuk I,
Terimakasih,
kalimatmu sudah mengubah wajahku yang sendu
Menjadi
tersenyum takjub
Aku takjub
dengan pemaknaanmu yang luar biasa
Untuk I,
Terimakasih,
sudah membuat dirimu berharaga
Untuk I,
Terimakasih,
telah menjadi positif
Untuk I,
Terimakasih, kau
sudah menyeka seluruh air matamu
Untuk I,
Terimakasih, kau
bisa pulang dengan penuh tersenyum
meski kita baru sekali bertemu...


0 Komentar