Facebook

header ads

Balada Harapan


by Nana Zufa

Tak ada satu hal apapun yang dapat mengekang angan untuk berkelana. Dan tak selayaknya harapan berlari mengejar angan. Angan punya jalannya sendiri. Dan harapan tak boleh membuntuti kemana ia pergi.

Kala harapan berlari berusaha menggapai angan, maka kecewa kan dengan senang hati merentangkan tangannya tuk menangkap harapan. Semakin harapan menghindar dari kecewa, dan berlari memohon perlindungan dari angan, maka kecewa akan semakin mudah memeluknya dengan erat.

Hanya satu yang bisa dilakukan harapan saat ini. Harapan harus membuka hati tuk mau berteman dengan kecewa. Berusaha merentang tangan tuk membalas pelukan kecewa. Agar perlahan kecewa kan melepas peluknya dan membiarkan harapan pulang kembali ke tempatnya.

Bukannya kecewa tak rela harapan menggapai angan. Hanya saja kecewa tak tega kala melihat angan terus mengabaikan harapan. Dan kecewa tak ingin melihat harapan menangis lebih kencang saat ia kelelahan dan angan tetap berlari meninggalkannya.

Harapan pernah berlari mengejar angan.
Semakin iya kencang berlari, semakin jauh pula angan pergi.
Dan pada akhirnya, kecewa yang akan datang menghampiri harapan dan terus memeluknya erat.

Angan bukannya jahat, walau ia mengabaikan harapan.
Angan hanya menjalani kehidupannya yang terus melalang buana.
Tapi, tidak seharusnya harapan mengikuti kemana angan pergi. 
Karena angan punya kecepatannya sendiri yang tak akan bisa terlampaui oleh harapan.

Harapan hanya boleh melihat dari kejauhan.
Sembari mengukir langkah panjang yang nantinya akan menuju tempat angan berdiam.
Ya. 
Harapan harus menempuh jalan yang sangat panjang.
Karena ada sekumpulan resiko yang membayanginya.
Ada banyak rintangan pula yang menghampirinya.

Jika harapan mencari jalan pintas, maka kecewa kan kembali memeluknya.
Tetapi jika harapan bersabar dan terus berusaha melalui jalannya yang panjang, maka kecewa kan beranjak pergi.
Dan akhirnya harapan kan sampai pada angan yang berubah wujud menjadi kenyataan.

Beranganlah, dan berharaplah. 
Lalu berusahalah dan wujudkanlah.
Rintangan dan resiko kan selalu ada.
Tapi bagaimana caramu mengatur dan menghindarinya, yang kan jadi peluang.
Kecewa dan kegagalan pun juga mungkin datang.
Tapi bagaimana caramu bangkit dan melanjutkan atau memulai kembali, yang kan mewujudkan.

Posting Komentar

0 Komentar